Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak
Advertisement . Scroll to see content

Busuk, 12 Ton Daging Ayam Beku dari Surabaya Ditolak Masuk Weda 

Minggu, 18 Juli 2021 - 16:23:00 WIB
Busuk, 12 Ton Daging Ayam Beku dari Surabaya Ditolak Masuk Weda 
Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate menolak 12 ton daging ayam beku dari Surabaya yang tiba di Pelabuhan Weda, Minggu (18/7/2021). Daging ayam beku busuk akibat pendingin kontainer rusak. Foto: iNews.id/Ismail Sangaji
Advertisement . Scroll to see content

WEDA, iNews.id - Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate menolak 12 ton daging ayam beku dari Surabaya yang tiba di Pelabuhan Weda, Kaupaten Halmahera Tengah. Pasalnya seluruh daging ayam dalam kondisi busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi.

“Petugas kami melakukan pengawasan di Pelabuhan Laut Weda dan menemukan satu kontainer daging ayam beku dari Surabaya telah busuk serta tidak layak lagi dikonsumsi akibat mesin pendingin dalam kontainer rusak,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusup Patiroy, Minggu (18/7/2021).

Dalam satu bulan sekali, kapal rute tol laut tiba di Pelabuhan Weda membawa berbagai macam kebutuhan pangan masyarakat dari Surabaya. Pada Bulan Juli ini, ada enam kontainer daging beku yang tiba, namun satu diantaranya mengalami kerusakan mesin pendingin.

“Selain mencegah masuk, tersebar, dan keluarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan, karantina pertanian juga melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan," ujar Yusup.

Seluruh daging ayam beku tersebut dikembalikan ke Surabaya. Yusup mengimbau distributor, ekspedisi dan pengusaha untuk memperhatikan kondisi kontainer sebelum melakukan pengiriman agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Masyarakat membutuhkan rasa tenang dalam mengonsumsi makanan. Apalagi di tengah masa pandemi seperti ini, asupan makanan yang sehat akan menunjang imunitas tubuh, karantina berusaha memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman kepada masyarakat terhadap bahan makanan asal hewan maupun tumbuhan,” ujar Yusup.

Editor: Erwin C Sihombing

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut