BMKG: Gempa Bumi M5,1 yang Guncang Ambon bagian dari Gempa Susulan sejak 26 September
Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi M5,1 yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip,” katanya.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ambon dan Kairatu dalam skala intensitas IV MMI. Artinya, pada siang hari akan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Sementara di Liang dirasakan dalam skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat.
BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Rahmat.
Editor: Maria Christina