Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Guncang Nias Utara Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Beredar Hoaks Pascagempa Maluku, Tim Gabungan Aktif Beri Penjelasan kepada Warga

Rabu, 02 Oktober 2019 - 12:41:00 WIB
Beredar Hoaks Pascagempa Maluku, Tim Gabungan Aktif Beri Penjelasan kepada Warga
Rumah-rumah warga di Kota Ambon, Provinsi Maluku, rata dengan tanah setelah diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,5, Kamis (26/9/2019) lalu. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Setelah tim gabungan terus memberikan penjelasan bahwa isu yang beredar tidak benar, sejumlah warga yang mengungsi memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. “Hal tersebut dilihat dari berkurangnya jumlah penyintas hingga 72.000 jiwa sejak semalam, Selasa (1/10/2019),” katanya.

Agus mengatakan, untuk mengupayakan penyadaran terhadap hoaks, Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari dan peneliti Badan Geologi Cipta dan perwakilan BPBD Provinsi Maluku juga memberikan keterangan secara langsung melalui TVRI Ambon, Rabu pagi ini (2/10/2019). Muhari menyampaikan mengenai karakterter dan historis gempa di Ambon sehingga masyakarat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

Berdasarkan informasi BMKG hingga Selasa (1/10/2019), total gempa susulan berjumlah 782 dan gempa yang dirasakan 82 kali. Dilihat dari gempa susulan yang terjadi, frekuensi cenderung turun.


Data sementara per 1 Oktober 2019 mencatat total penyintas gempa bumi berjumlah 115.290 jiwa. Para penyintas terbesar terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat sebanyak 36.391 jiwa, di Maluku Tengah 50.250 jiwa, dan di Kota Ambon 28.649 jiwa.

Sementara itu, total rumah rusak berjumlah 6.184 unit dengan rincian di wilayah Maluku Tengah rumah rusak berat 1.635 unit, rusak sedang 956 dan rusak ringan 2.120 unit. Di wilayah Seram Bagian Barat, rumah yang rusak berat 259 unit dan rusak ringan 681. Sedangkan di wilayah Kota Ambon, rusak berat 96 unit, rusak sedang 145 unit, dan rusak ringan 292.

“Hingga kini, masing-masing wilayah yang terdampak gempa terus melakukan upaya penanganan darurat bencana. Masa tanggap darurat sementara ini akan berakhir pada 9 Oktober 2019 nanti,” kata Agus.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut