Bentrok Warga di Maluku Tenggara, 2 Orang Tewas, Puluhan Terluka
Dia menjelaskan, konflik ini terjadi akibat upaya sebagian warga masyarakat Desa Bombay memasang sasi atau larangan adat di perbatasan dengan Desa Elath. Masyarakat ini mengklaim itu milik mereka. Upaya pemasangan larangan adat tersebut sempat dibubarkan polisi, namun kejadian yang dilakukan secara tiba-tiba ini mengakibatkan tentara dan polisi sempat kewalahan.
“Sehingga bentrok antara dua kelompok tidak terhindarkan. Hal ini karena kelompok Desa Elath tidak terima sehingga terjadi konsentrasi massa dan di antara kedua belah pihak dan saling serang menyerang,” katanya.
Akibat bentrokan tersebut, jatuh sejumlah korban terluka terkena panah dari kedua belah pihak, termasuk juga polisi.
“Anggota terluka sudah dievakuasi ke Tual, satu lagi dirawat di Puskesmas Elath. Untuk jumlah korban lainnya belum sempat kami data, tetapi tadi ada beberapa korban luka baik itu akibat dari bacokan, maupun kena panah dari kedua belah pihak,” katanya.
Selain itu, ada sejumlah rumah dibakar. Termasuk bangunan SMP dan SMA di Kei Besar serta perusakan bangunan lainnya.