JAKARTA, iNews.id – Sedikitnya 52 rentetan gempa susulan mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pascagempa berkekuatan 7,2 Skala Ricter (SR) yang terjadi Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB hingga Senin (15/7/2019) pukul 01.00 WIB atau 03.00 Wita. Dilaporkan banyak bangunan terdampak kerusakan dan seorang warga tewas dalam peristiwa ini.
Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) titik episenter gempa terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 10 km.
Gempa 7,2 SR di Halmahera Selatan Rusak Puluhan Rumah di 5 Desa, 1 Orang Tewas
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Senin (15/7/2019).
Menurutnya, guncangan gempa dirasakan di daerah Obi berkekuatan skala V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong dan Bolaang Mongondow II MMI.
BMKG: Gempa 7,2 SR di Labuha Maluku Utara Dipicu Sesar Aktif Sorong-Bacan
Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan dan Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan.