Warga di Lampung Selatan Dengar Gemuruh Diduga dari Anak Krakatau
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, membenarkan adanya dentuman yang terdengar di sejumlah daerah Provinsi Lampung Selatan. Dia yang berada Hargopancuran, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, mengakui, gemuruh tersebut masih terdengar hingga Rabu dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM terus melakukan pemantauan kondisi aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau atau pun kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Karena kondisi ini sewaktu-waktu dapat mengakibatkan longsor tebing kawah Gunung Anak Krakatau ke laut dan berpotensi memicu gelombang tinggi atau tsunami.
"Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir/pantai setidaknya sejauh minimal satu kilometer dari bibir pantai terdekat," kata keterangan terulis BMKG.
Terkait dentuman, pihaknya tidak mendeteksi adanya awan Cumulonimbus yang signifikan di wilayah Lampung selain di wilayah Gunung Anak Krakatau. Ketinggiannya mencapai lebih dari 10 kilometer, terlihat dengan jelas adanya kilat dari arah kantor BMKG Lampung.
Namun untuk dentuman, pihak BMKG mengaku tidak mendengarnya sama sekali sampai saat ini, mengingat jarak dengan Gunung Anak Krakatau kurang lebih 100 kilometer.
BMKG mengingatkan, pascaterjadi bencana, seperti tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam, masyarakat biasanya sangat mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak valid. Faktor trauma dan takut mengalami kejadian yang sama memang sangat mudah membuat kepanikan.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal