Nahas, keduanya tenggelam. Teman-temannya berusaha menolong, tapi tidak dapat menemukan keduanya. Jasad kedua korban baru ditemukan setelah hampir satu jam pencarian.
Sejumlah mahasiswa dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang melakukan pencarian menemukan kedua korban dalam keadaan tak bernyawa. Kedua korban lalu dilarikan ke ruang forensik Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung untuk divisum.
“Tadi katanya lagi ngerayain ulang tahun Ajrul. Jadi, anak-anak pada main-main. Mungkin karena dekat embung, dia lalu diceburin ke embung. Mereka enggak tahu kalau air embung itu dalam,” kata mahasiswa UIN Radi Intan, Sukron.
Dua teman korban, Juli dan Ahmad Rohim tidak menyangka dua teman mereka akan tewas tenggelam di embung itu. “Awalnya Ajrul masih bisa berdiri, trus sepatunya dilempar sama Ikbal. Ajrul ngambil sepatunya, trus tenggelam. Ikbal menyusul. Akhirnya mereka berdua tenggelam,” kata Juli dan Ahmad Rohim.
Kasus ini sedang ditangani Polsek Sukarame. Kapolsek Sukarame AKP Poeloeng Arsa Sidanu mengatakan, untuk mengetahui pasti penyebab kematian kedua korban, polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.
“Kami masih melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang merupakan teman-teman kedua korban. Mereka yang mengetahui kronologi kejadian,” kata Kapolsek Sukarame AKP Poeloeng Arsa Sidanu.
Editor: Maria Christina