Pasien Covid-19 Terus Bertambah di Lampung, Kapal Pesiar Pelni Disiapkan Jadi Lokasi Isolasi
Menurutnya, meski kapasitas kapal mencapai 900 orang, dalam pelaksanaannya nanti akan hanya digunakan sebanyak 500 orang untuk mengantisipasi kerumunan saat perawatan.
"Hanya akan digunakan 500 orang saja, sebab harus menjaga jarak. Untuk tenaga kesehatan nanti yang akan menyediakan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung," katanya.
General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang Adi Sugiri mendukung rencana tempat isolasi apung di KM Lawit dan telah berkoordinasi untuk persiapannya. Nantinya kapal tersebut akan dalam posisi berlabuh jangkar, sehingga akan disiapkan kapal kecil sebagai perantara menuju kapal tersebut.
Untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan pelabuhan atas adanya tempat isolasi apung, maka akan disusun sejumlah prosedur tetap untuk penjemputan pasien.
"Kami siapkan prosedur tetap. Nanti hanya benar-benar warga yang menderita Covid-19 dengan gejala ringan yang dirawat di sana. Lalu, kami buatkan area khusus bagi mereka untuk masuk ke dalam kapal," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan juga telah mendukung penanganan kasus Covid-19. Salah satunya dengan menyiapkan kapal Pelni yakni KM Umsini di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 bergejala ringan.
Editor: Maria Christina