Kesaksian Korban Selamat Lift Maut di Bandarlampung: Hanya Sekejap Sadar Sudah di RS
"Engkel kaki kanannya juga patah, untuk infus tidak dimasukkan lewat tangan tapi langsung ke bagian paru-paru," kata Imas.
Senada disampaikan korban selamat lainnya, Sutaji. Dia membenarkan insiden berlangsung amat cepat dan singkat.
Awalnya dia sempat ragu dan enggan menaiki lift barang tersebut, namun seorang korban lainnya memaksanya ikut untuk turun ke lantai dasar bersama-sama.
"Kami ada sembilan orang di dalam lift. Kita naik dari lantai 5, tapi pas di lantai 4 langsung jatuh," ucapnya.
Waktu kejadian, Sutaji masih mengingat ukuran lift barang 1,5 meter x 1 meter.
"Isinya orang semua, gak ada barang apa-apa," tuturnya.
Lebih lanjut Sutaji menyebut, baru ikut dalam pekerjaan di lantai 5 Sekolah Az Zahra 3 hari sebelum kejadian. Sutaji bertugas memasang kaca pada sisi outdoor sekeliling area sport center.