Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal dari Jawa ke Sumatera
Advertisement . Scroll to see content

Kakak Adik di Lampung Makan Bangkai Kucing, Warga: Mereka Memang Depresi

Senin, 23 September 2019 - 17:30:00 WIB
Kakak Adik di Lampung Makan Bangkai Kucing, Warga: Mereka Memang Depresi
Warga mendatangi rumah Wagiman dan Suyatno yang diduga mengalami gangguan jiwa. (Foto: iNews/Jimmi).
Advertisement . Scroll to see content

Menurut pengakuan warga, dia dan adiknya sudah pernah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa Bandarlampung pada 2018 lalu selama empat bulan.

Mereka diduga depresi karena ditinggal mati kedua orang tuanya sekitar tujuh tahun silam. Menurut dia, warga di sana sangat peduli dengan kondisi kakak adik ini, namun mereka memang tak bisa menghargai kepedulian tersebut.

"Waktu itu ada yang kasih beras, malah dibuang ke sumur. Nasi bungkus itu selalu diberikan oleh warga untuk mereka. Jadi mereka bukan tidak diperhatikan oleh kami," ujarnya.

Kerabat Wagiman dan Suyatno, Luis Jeriwai mengatakan, kedua kakak adik ini selalu mendapat perhatian masyarakat. Bukan hanya kebutuhan makan, bahkan sampai pakaian dan uang jajan harian.

"Tapi mereka kan memang mengalami gangguan. Saya kasih baju saja tidak pernah dipakai. Ini terus bajunya setiap hari yang sudah kotor dan usang," ujar dia.

Dia menilai, Wagiman dan Suyatno sudah biasa memungut bangkai di jalan untuk dimakan. Warga sering meminta mereka membuangnya, namun diam-diam bangkai itu diambil lagi saat warga lengah.

"Kadang bangkai ayam, bahkan pernah bangkai kodok," kata Luis.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut