Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Waspadai Hujan Lebat di Pelabuhan Bakauheni
Try melanjutkan, potensi hujan di wilayah Lampung disebabkan kondisi labilitas atmosfer yang dapat mendukung proses konvektif skala lokal di wilayah Lampung.
"Pola angin di Wilayah Perairan Provinsi Lampung pada umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 2-20 knot. Kecepatan angin tertinggi, terpantau di Perairan Timur Lampung bagian Selatan dan Perairan Teluk Lampung bagian Selatan. Untuk wilayah pelabuhan Bakauheni kecepatan angin berkisar 2-17 knot," ujarnya.
Try menuturkan, untuk potensi gelombang tinggi, kondisi gelombang terpantau tenang hingga sedang yaitu berkisar 0,2 meter hingga 2 meter.
"Tinggi gelombang hingga mencapai 2 meter atau kategori gelombang sedang dapat terjadi di wilayah perairan barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. Kondisi gelombang di sekitar Pelabuhan Bakauheni masih relatif aman untuk aktivitas Pelabuhan, yakni berkisar 0,2 meter hingga 1 meter," ucapnya.
Kondisi yang dapat beresiko terhadap keselamatan kapal ferry yaitu apabila kecepatan angin mencapai 21 knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Atas hal tersebut, masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tetap waspada serta mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan perjalanan, khususnya selama periode arus balik lebaran.
"BMKG Maritim Lampung selalu memberikan layanan informasi cuaca untuk cuaca pelabuhan, cuaca perairan, informasi tinggi gelombang hingga Jalur pelayaran di Provinsi Lampung yang akan diupdate setiap hari," ujarnya.
Editor: Donald Karouw