Polisi Periksa Kejiwaan Anak yang Bunuh Ayah Kandung di Bintan
BINTAN, iNews.id – Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Bintan Timur masih menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan Heriwan alias Akun (27), terhadap ayah kandungnya, Bong Jie Kieong (70). Pelaku membunuh ayahnya di rumah mereka, Jalan Barek Motor No 60 RT 003 RW 008 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (12/3/2018).
Heriwan sebelumnya menghabisi nyawa ayah kandungnya dengan menggunakan balok kayu. Akibatnya, sang ayah tewas seketika dengan kondisi bersimbah darah di bagian kepalanya. Korban ditemukan tewas tergeletak di dapur rumahnya, Senin pagi.
Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan Heriwan sebagai tersangka pembunuhan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti dan telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Namun, Unit Reskrim Polsek Bintan Timur hingga kini masih harus melakukan penyelidikan lanjutan.
"Kami masih kesulitan mendapatkan keterangan dari pelaku sehingga harus dilakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku di Rumah Sakit Angkatan Laut yang ada di Kota Tanjungpinang," kata Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Anjar Rahmat Putra, Selasa (13/3/2018).
Sementara Mayor Laut K dokter Rudy Cahyono SpKJ yang menangani pemeriksaan kejiwaan pelaku, Heriwan alias Akun mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti kondisi pasien yang dibawa oleh Unit Reskrim Polsek Bintan Timur. Karena tidak memiliki fasilitas lengkap untuk melakukan visum et repertum dan psikiater, RS AL merujuk pemeriksaan tersangka ke rumah sakit jiwa di Pekanbaru, Riau.
"Pasien kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru karena punya ruang isolasi dan fasilitas pendukung sehingga hasil pemeriksaan diharapkan lebih valid, akurat, objektif," kata dokter Rudi Cahyono.
Namun, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap tersangka, kuat dugaan Heriwan memiliki gangguan jiwa berat. Apalagi, tersangka juga sudah menunjukkan perubahan perilaku dalam sebulan terakhir. Ibu kandung dan kakak kandung tersangka juga diketahui mengalami gangguan jiwa dan menjadi pasien di Poli Jiwa RS AL Tanjungpinang.
“Artinya faktor genetik atau keturunan sangat kuat. Namun karena rajin kontrol, gejala gangguan jiwa ibu dan abang pasien terkontrol. Saya melakukan pemeriksaan di mobil tahanan polisi tadi, ekpresi pasien marah, paranoid, curiga, tidak mudah percaya pada orang lain," papar dokter Rudy Cahyono.
Sementara Ketua RW 8 Kelurahan Kijang Kota, Bintan, Alamansyah mengatakan, dari hasil pantauan warga selama ini, keluarga tersebut memang sering terlibat cekcok. Sebelum menghabisi nyawa ayahnya, Heriwan juga sempat mengamuk hingga akhirnya dilerai warga. “Keluarga sehari-hari sering cekcok mulut, kadang-kadang sama abangnya kayaknya dendam. Dia sering marah-marah sama bapaknya juga,” kata Alamansyah.
Hingga Selasa sore, di lokasi kediaman korban terlihat sepi. Hanya terlihat warga saat menata satu karangan bunga turut berdukacita di Jalan Barek Motor RT 003 RW 008 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.
Editor: Maria Christina