Suku Dayak, Asal Usul, dan Kebiasaannya
Kebiasaan mereka yang lain mengantarkan tulang leluhur mereka dengan upacara adat Tiwah. Upacara adat ini dilakukan secara meriah dan diiringi oleh alunan musik khas suku Dayak, sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap leluhur mereka, dan sebagai bentuk mengenang beliau semasa hidupnya.
Tulang belulang tersebut akan diletakkan di sandung, atau rumah untuk peristirahatan terakhir orang yang sudah meninggal dalam suku Dayak.
Suku Dayak juga sering menato badan mereka, yang dipercaya sebagai bentuk penerang jalan menuju keabadian setelah datangnya kematian. Tato ini memiliki kaitan yang erat dengan para leluhur mereka yang sangat dijunjung tinggi, maka dari itu sebelum menato badan, mereka wajib melakukan ritual terlebih dahulu.

Selain itu, mereka juga memiliki kebiasaan khususnya para wanita, yakni dengan memanjangkan telinganya. Panjangnya telinga, menunjukkan tingkat sosial seseorang, karena semakin panjang telinga semakin kaya dan tinggi derajat seseorang tersebut.
Biasanya, yang melakukan kebiasaan ini adalah wanita yang berasal dari kalangan bangswan suku Dayak. Mereka memberi pemberat pada telinga mereka agar telinganya panjang ke bawah. Mereka juga mempercayai, semakin panjang telinga maka akan semakin cantik pula parasnya.
Dari penjelasa di atas dapat disimpulkan bahwa Suku Dayak merupakan suku yang mendiami Pulau Kalimantan yang tersebar di lima provinsi. Mereka memiliki kebiasaan berburu dan menghias tubuh dengan tato dan memanjangkan daun telinga.
Editor: Kastolani Marzuki