Senjata Tradisional Kalimantan, Mematikan Dibubuhi Racun
Diperlukan kemampuan membidik yang akurat bagi seseorang untuk menggunakan senjata ini. Kabarnya, kemahiran Suku Dayak dalam menggunakan sumpit pernah membuat tentara Belanda lari ketakutan.
Untuk panjang dari sumpit mencapai 1,5-2 meter supaya keunggulan dari sumpit dapat lebih maksimal. Keunggulan senjata tersebut dapat menembak dengan jarak jauh, 200 meter dan tidak akan mengeluarkan suara sama sekali.
Dalam adat dayak, senjata yang satu ini juga dibuat sebagai mas kawin. Sementara di masa modern seperti sekarang, senjata sumpit biasanya dipakai untuk perlombaan, misalnya saat Festival Erau, Tenggarong, Kalimantan Timur.
Dohong merupakan senjata tradisional Kalimantan Utara yang berbentuk menyerupai keris dengan ukuran yang lebih besar. Dohong memiliki sisi mata uang yang tajam dengan pegangan yang terbuat dari tanduk kerbau yang telah mati.
Namun cukup disayangkan, senjata yang satu ini sudah hampir punah dan tidak ada orang yang mengenalnya. Meskipun ada yang punya, mereka hanya akan menggunakannya sebagai benda pusaka. Hal itu karena bentuk dari senjata ini tak memungkinkan untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.