Refleksi Tahun Baru Islam, TGB : Hijrah Mengajarkan Adab Pada Pemimpin
Kemudian, sambung TGB, kemudian kaum Ansar pulang, datang kembali kepada nabi 12 orang yang kemudian berbaiat. Di tahun berikutnya kemudian datang 72 orang, dua diantaranya perempuan dan berbaiat kepada nabi.
“Mereka inilah kemudian yang pulang dan menyebarkan ajaran nabi,” imbuhnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini mengatakan, saat datang perintah hijrah, orang-orang dari kaum Ansar ini yang mampu menempatkan nabi pada tempat yang tepat.
Saat nabi datang mereka menyebut dengan tala’al badru yang berarti telah nampak bulan purnama.
“Al Badru, bulan purnama. Itulah lambang kesempurnaan,” terangnya.
TGB menyebut, secara nalar manusia saat hijrah sebenarnya yang membutuhkan untuk pindah ke Madinah adalah Nabi Muhammad. Saat itu, nabi mendapat tekanan di Makkah.