Ma'ruf Disambut Adat Dayak dan Digelari Pemimpin Bijak di Samarinda
“Masyarakat harus mengirimkan anaknya ke pesantren supaya menjadi penerus ulama,” ujarnya.
Ma’ruf juga menyampaikan, tanggung jawab ulama secara personal dengan menyiapkan para santri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Para ulama juga memiliki tanggungjawab secara luas untuk menjaga umat dan menjaga kebangsaan.
"Mudah-mudahan pertemuan ini memberikan rahmat kepada kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim, Edy Gunawan Areq Lung menuturkan, gelar adat Dayak tersebut memiliki arti seorang pemimpin yang diteladani karena Kiai Ma’ruf menjadi panutan masyarakat. Gelar adat tersebut diberikan kepada Ma’ruf Amin karena Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dinilai merupakan seorang kiai yang bijak.
“Kiai Ma’ruf Amin ini seorang kiai yang bijak, maka kami beri gelar adat Dayak tersebut," kata Edy Gunawan Areq Lung.
Editor: Maria Christina