Makam Pelajar di Samarinda Dibongkar, Polisi Selidiki Dugaan Kematian Tak Wajar
Dugaan adanya kekerasan mencuat setelah keluarga menemukan unggahan status WhatsApp yang berkaitan dengan kematian MNR dan menimbulkan kecurigaan kuat. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada polisi sebagai dasar permintaan autopsi ulang.
"Langkah ini adalah prosedur vital untuk melengkapi penyidikan. Autopsi forensik bertujuan untuk secara pasti menentukan penyebab dan cara kematian korban, mengingat adanya dugaan kuat kekerasan yang mendahului kematiannya," kata Kapolresta dikutip dari iNews Balikpapan, Sabtu (22/11/2025).
Seusai makam dibuka, jenazah MNR berhasil diangkat dan proses autopsi dimulai sekitar pukul 09.40 WITA. Tim dokter forensik mengambil beberapa sampel organ dan jaringan tubuh korban.
Sampel tersebut kemudian dibawa untuk pemeriksaan laboratorium mendalam demi memastikan ada atau tidaknya luka akibat kekerasan. Proses autopsi berlangsung dengan pengawasan ketat pihak kepolisian dan keluarga korban.
Hasil autopsi nantinya akan dilaporkan secara resmi kepada penyidik PPA Sat Reskrim Polresta Samarinda sebagai dasar penentuan langkah hukum berikutnya.