IKN Jadi Ibu Kota Politik, Targetkan 9.500 ASN Pindah pada 2029
Tahap pertama pembangunan IKN (2022–2024) sudah menghadirkan infrastruktur utama. Beberapa di antaranya Istana Garuda, kantor pemerintahan, hunian ASN dan menteri, rumah sakit, hotel, hingga bandara VVIP.
Infrastruktur itu ditopang oleh investasi swasta serta menghadirkan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC). Fasilitas Command Center juga tersedia untuk memantau pembangunan lewat CCTV, drone, dan IoT secara real-time.
Sejumlah proyek multiyears masih berjalan hingga 2025, termasuk Istana Wapres, Masjid Negara, hunian ASN, dan tol Balikpapan–IKN. Semua ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Pada tahap kedua (2025–2028), fokus diarahkan pada pemindahan ASN secara masif. Pemerintah juga membangun gedung legislatif, yudikatif, konektivitas transportasi, ruang hijau, serta penataan kawasan Sepaku.
Investasi pendidikan juga mulai masuk untuk memperkuat ekosistem Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Indonesia. Pendanaan berasal dari APBN serta dukungan investasi swasta.
Hingga September 2025, investasi non-APBN telah mencapai Rp65,3 triliun. Dana tersebut datang dari 49 pelaku usaha dengan total 52 perjanjian kerja sama.
Kehadiran 9.500 ASN di IKN pada 2029 menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru. Perpres 79/2025 diharapkan memperkuat keyakinan publik bahwa proyek ini terus berjalan sesuai target.
Editor: Donald Karouw