Gubernur Kaltim Isran Noor Resmikan Smelter Nikel Pertama di Kalimantan
Sedangkan untuk tenaga asing, PT KFI memperkerjakan sekitar 250 orang dengan fokus pembangunan pabrik dan menyisakan pekerja di level manajerial. Terkait kelayakan lingkungan, PT KFI telah mengantongi SUrat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sementara itu, Pemprov kaltim memperhitungkan laju pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada angka 4,3-5,10 persen dibandingkan 2022 di angka 1-3,5 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Non Migas dan Batubara diprediksi 5,8%-6,6%. PDRB per kapita tahun 2023 meningkat menjadi Rp235 juta – Rp265 juta dari sebelumnya Rp193 juta.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto mengungkapkan, ada 2 proyek smelter nikel sedang dibangun di Kaltim, milik PT KFI di Pendingin dan PT Mitra Murni Perkasa juga berinvestasi Rp6,5 triliun pada pabril smelter nikel, lokasinya di Balikpapan. “KFI apabila beroperasi penuh nanti menyerap tenaga kerja lebih kurang 12.000 orang,” kata Kepala DPMPTSP.
Menurut Puguh Harjanto, proyek smleter nikel di Sangasanga tersebut, termasuk proyek yang sudah memulai kegiatannya pertengahan tahun 2022 Kaltim dengan total investasi nantinya Rp30 triliun. Selain itu juga ada PT Borneum Internasional berinvestasi pada pengolahan cangkang sawit.
Kemudian, PT Air Product East Kalimantan berinvestasi di Sangatta, Kutai Timur pada proyek pengolahan batubara ke metahanol dengan nilai investasi Rp880 miliar. “Status proyek saat ini menunggu keputusan Menkeu terkait tax holiday, atau pajak,” ujar Puguh Harjanto.
Editor: Agus Warsudi