5 Pasukan Elite TNI yang Mematikan, Simak Latihan dan Kemampuannya
Kemampuan seorang anggota Denjaka setara dengan 120 prajurit biasa. Detasemen dengan semboyan Satya Wira Dharma ini didedikasikan untuk satuan antiteror meski bisa juga beroperasi di mana saja, terutama aspek antiteror di laut.
Untuk menjadi anggota Batalion Intai Amfibi (Yontaifib), calon dipilih dari kesatuan Marinir yang memenuhi syarat mental, fisik, kesehatan dan telah mengabdi minimal dua tahun. Salah satu program latihan untuk siswa intai amfibi, yaitu berenang dengan tangan dan kaki terikat sejauh 3 kilometer.

Yontaifib merupakan unit elite Korps Marinir yang berspesialisasi dalam operasi pengintaian Amfibi dan pengintaian khusus. Kesatuan ini sebanding dengan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus di jajaran TNI. Satuan ini dulunya bernama KIPAM (Komando Pengintaian Amfibi).
Dari satuan ini direkrut kembali prajurit-prajurit terbaik untuk memasuki Denjaka.
Tugas utama pasukan ini peledakan/demosili bawah air, termasuk sabotase/penyerangan terselubung terhadap kapal musuh dan sabotase pangkalan musuh, torpedo mati (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, penyiapan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror antiterorisme di laut/maritim. Kopaska juga termasuk terkenal sebagai pasukan elite TNI yang mematikan.