Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan Naik Pangkat Luar Biasa
Advertisement . Scroll to see content

Kompolnas Temukan Fakta Mengerikan 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:15:00 WIB
Kompolnas Temukan Fakta Mengerikan 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan
Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam saat konferensi pers terkait temuan mengerikan dalam kasus penyerangan anggota Polres Katingan saat penggerebekan bandar narkoba. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

KATINGAN, iNews.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan fakta mengerikan terkait kasus penyerangan brutal terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Tiga personel polisi gugur saat penggerebekanbandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Ketiga anggota Polri yang gugur dalam tugas tersebut yakni Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana. Dari hasil penelusuran awal, muncul dugaan kuat adanya tindak kekerasan dan penyiksaan berat sebelum para korban meninggal dunia. 

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam, didampingi Supardi Hamid dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan kehadiran mereka untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti peristiwa berdarah tersebut. 

"Kedatangan kami untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini hingga mengakibatkan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam menjalankan tugas," ujar Choirul Anam saat memberikan keterangan di Kalteng.

Diduga Disiksa dan Dibuang ke Sungai

Selain berkoordinasi dengan Polda Kalteng, tim Kompolnas juga telah mendatangi lima titik lokasi kejadian di Desa Tumbang Kalamei. Di sana, mereka berinteraksi langsung dengan warga, kepala desa, hingga tokoh masyarakat setempat untuk mengumpulkan informasi. 

Berdasarkan hasil autopsi sementara dan temuan fakta di lapangan, Choirul Anam menduga ketiga anggota polisi tersebut mengalami penyiksaan keji sebelum akhirnya meninggal dunia. 

"Ada dugaan anggota polisi yang gugur ini mengalami penyiksaan atau kekerasan terlebih dahulu. Dimungkinkan mereka meninggal dunia di darat, baru setelah itu jenazahnya dibuang ke sungai," kata Anam secara blak-blakan. 

Anam membeberkan, petaka ini bermula ketika petugas di lapangan sebenarnya sudah berhasil mengamankan target operasi yang merupakan bandar narkoba. Sesuai prosedur, petugas kemudian memperkenalkan diri dan menunjukkan surat perintah resmi.

Namun, respons tidak terduga datang dari pihak keluarga terduga bandar narkoba tersebut. Mereka justru berteriak histeris dan meneriaki petugas dengan sebutan "perampok".

Teriakkan provokatif ini memicu kedatangan massa dan keluarga terduga bandar lainnya hingga berujung pada penyerangan brutal. 

Hingga saat ini, tim gabungan Polda Kalteng dan Polres Katingan bergerak cepat dan telah berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku penyerangan. Tiga pelaku yang kini berstatus terperiksa tersebut masing-masing berinisial R, N, dan S alias A. 

Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di mapolres setempat untuk mengungkap aktor-aktor lain di balik aksi pengeroyokan keji ini.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut