Kendalikan Inflasi, Gubernur Kalteng Instruksikan Satgas Pangan Jaga Daya Beli Masyarakat
Untuk jangka panjangnya, diinstruksikan agar melakukan kerja sama antar daerah, baik di dalam provinsi maupun luar provinsi untuk menjaga pasokan antar kabupaten atau kota dengan melakukan subtitusi lokal seperti komoditas cabai dan beras. Kemudian untuk luar provinsi seperti Bima (cabai/bawang), Blitar (telur), NTT/Sulsel (daging sapi), dan Kalsel (beras).
Selain itu, ciptakan Sentra Cabai Rawit di Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya, karena cabai rawit merupakan komoditas penyumbang inflasi dari tahun ke tahun.
Selanjutnya, pembangunan apartemen ayam untuk meningkatkan produksi ayam pedaging dan telur ayam ras, pembangunan demplot kebun Lombok di setiap Kabupaten/Kota dan Pembuatan Gudang Padi untuk menampung beras petani serta optimalisasi BUMD yang dimiliki Pemda untuk penyediaan pangan, dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga.
“Strategi ini harus serius dilaksanakan, dimulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan dan seluruh kabupaten atau kota. Lakukan inovasi dan terobosan untuk menjaga daya beli masyarakat dan produktifitas sektor-sektor unggulan pada masing-masing daerah,” kata Gubernur.
Diharapkan melalui kegiatan Rakor penyelenggaraan pemerintahan desa, adanya komunikasi aktif antara seluruh peserta dengan stakeholders terkait, agar kepala desa dapat mengimplementasikan tekad untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, guna mewujudkan desa yang mandiri, maju, makmur, dan sejahtera di Bumi Tambun Bungai untuk wujudkan Kalteng Makin Berkah.