Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabut Asap Karhutla di Rohul Riau Semakin Pekat, Siswa Sekolah Diliburkan
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotim, 9 Titik Panas Terdeteksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 16:56:00 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotim, 9 Titik Panas Terdeteksi
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kotawaringin Timur (Kotim), Mulyono Leonardo saat memantau titik panas di sejumlah wilayah Kotim. (Foto: Normansyah).
Advertisement . Scroll to see content

KOTIM, iNews.id - Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Haji Asan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengumumkan wilayah tersebut memasuki fase berbahaya musim kemarau. BMKG mencatat adanya sembilan titik panas (hotspot), Rabu (30/ Juli 2025). 

Titik panas tersebut tersebar di lima kecamatan dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Titik panas tersebut meliputi, empat di Kecamatan Antang Kalang dan dua di Bukit.

Empat titik lainnya, yaitu di Mentaya Hilir Utara, Tualan Hulu dan Kecamatan Parenggean. BMKG menyatakan wilayah Kotim berada dalam indikator warna merah yang berarti potensi cuaca ekstrem atau kondisi berbahaya seperti karhutla sangat tinggi.

Dalam sepekan terakhir, BPBD Kotim menangani sejumlah kebakaran lahan skala kecil di sejumlah titik, yakni di Jalan Karya Bersama Kecamatan Baamang, Jalan Sudirman Km 19, Jalan Mohammad Hatta Sampit dan Jalan Jaksa Agung Sampit.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kotim, Mulyono Leonardo menyampaikan, daerah paling rawan berada di bagian selatan Kotim.  

"Untuk satu hingga empat hari ke depan daerah Kalimantan Tengah secara umumnya, khususnya di Kotawaringin Timur diindakator warna merah sangat rawan terjadi kebakaran hitan dan lahan," ujar Mulyono, Rabu (30/7/2025).

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, tetap waspada, dan tidak membakar lahan sembarangan guna mencegah risiko kebakaran yang lebih luas.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut