Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DJI Osmo Pocket 4 Resmi Meluncur di Indonesia, Ini 5 Keunggulan yang Menonjol
Advertisement . Scroll to see content

Jalan Nasional di Pangkalan Banteng Rusak Parah, Begini Reaksi Gubernur Kalteng

Sabtu, 29 Juli 2023 - 22:42:00 WIB
Jalan Nasional di Pangkalan Banteng Rusak Parah, Begini Reaksi Gubernur Kalteng
Gubernur Kalteng Sugianto Sanran meminta perbaikan infrastruktur jalan segera dilakukan mengingat kondisinya yang sangat memprihatinkan. (Foto: dok Pemprov Kalteng)
Advertisement . Scroll to see content

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id - Poros jalan nasional sepanjang 1.200 meter di Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat ditanami warga dengan pohon pisang dan sawit. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kondisi jalan nasional yang rusak parah.

Kerusakan tersebut tentunya menghambat aktivitas masyarakat, baik dari segi lalu lintas transportasi, kegiatan ekonomi masyarakat, serta masalah kesehatan. Pasalnya, jalan nasional tersebut rusak parah karena berlubang, serta menimbulkan polusi debu sepanjang waktu. 

Diketahui, kondisi tak layak tersebut sudah berlangsung selama lima bulan terakhir, dan belum tertangani pemerintah pusat. Dalam hal ini, yaitu melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah, dengan alasan kekurangan anggaran. 

Jalan rusak di Kalimantan Tengah. (Foto: dok Pemprov Kalteng)
Jalan rusak di Kalimantan Tengah. (Foto: dok Pemprov Kalteng)

Salah satu warga pedagang, Mashuri, mengaku sejak kondisi jalan tersebut rusak, warga sekitar yang mengandalkan hidupnya dengan berdagang menjadi terganggu. Bahkan, omzet pendapatan disebut-sebut menurun drastis.

“Pendapatan turun drastis, karena banyak warga enggan untuk berbelanja, terlebih warga yang buka usaha warung makan, debu hampir sepanjag waktu," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Sripan Ketua RT 23 Desa Karang Mulya yang lebih menyoroti masalah keselematan warga.

“Hampir tiap hari terjadi insiden warga kecelakaan tunggal karena faktor jalan berlobang, bahkan hari ini ibu-ibu dengan anak yang masih kecil jatuh terjungkal karena terperosok ke dalam lubang yang begitu besar," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut