Ribuan Ikan Nila dan Bawal Mati Mendadak di Banjar Kalsel, Ada Apa?
"Harapannya mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah," ujar Ridhawati, Rabu (8/7/2026).
Tidak hanya ikan nila, dampak buruk kualitas air juga dirasakan pembudidaya ikan bawal di Desa Mali-Mali. Sebanyak 7,5 ton ikan bawal milik warga mati mendadak.
Salah satu pembudi daya ikan bawal, Rofii Hamdi, mengaku terpaksa menyelamatkan ikan yang masih hidup dengan cara memanen lebih awal. Ikan tersebut kemudian dijual meski dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.
"Ini yang masih hidup kami boks lalu bawa ke pasar untuk dijual. Kami jual seadanya yang penting dari sana menerima dulu. Yang sudah mati kami buang saja," katanya.
"Ini kalau dihitung kerugian sampai Rp200 jutaan," ucapnya lagi.
Para pembudi daya kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sisa ikan yang masih bertahan hidup. Mereka memilih memanen lebih cepat agar kerugian tidak semakin besar.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banjar segera mengambil langkah terkait kondisi sungai yang menjadi sumber utama budidaya ikan. Pembudidaya meminta adanya perhatian dan perbaikan tata kelola irigasi agar kualitas air kembali normal.
Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, kerugian akan semakin besar dan mengancam keberlangsungan usaha budi daya ikan masyarakat.
Editor: Donald Karouw