Rapid Test Molor dari Jadwal, PPDP Menumpuk di KPU Banjarmasin
Terkait hasil rapid test, Muhammad Hasan mengaku optimis dirinya non reaktif. Karena kondisi kesehatannya cukup baik.
Komisioner KPU Banjarmasin, Taufikalaqqurakhman mengakui rapid test ini sempat molor dari jadwal. Penyebabnya, alat rapid test yang dipesan dari Jakarta terlambat datang.
“Semula jadwal tiba di kargo bandara sekitar pukul 15.00 WITA. Tapi baru pukul 16.00 WITA datangnya,” kata Taufiqqurahman.
Menurut Taufiqqurahman, penumpukan peserta rapid test bisa diurai rekan-rekannya. Sehingga di lantai dua dan tiga, antrian bisa menjaga jarak dan semua peserta wajib mengenakan masker.
Taufiqqurahman juga mengakui sempat kesulitan mendapatkan alat rapid test, akibat surat edaran menteri yang menyatakan harga alat rapid test maksimal Rp 150 Ribu. Padahal, di rapid test sebelumnya, mereka membeli seharga Rp 300 Ribu.