Pemilik Rental Kipas Angin dan Pikap di Tanah Laut Kalsel Nyaris Jadi Korban Penipuan
Setelah mendapat informasi tersebut, petugas yang sudah mendapatkan laporan kipas angin yang raib dari panggung MTC miminta calon pembeli untuk mengajak ngobrol pengangtar kipas angin. Pengemudi pikap yang tidak mengerti kalau dirinya dimanfaatkan pelaku, santai saja sampai petugas menjemput mereka.
Muhammad Risky Nuryanto, pekerja rental kipas angin mengatakan, dia yang mendapatkan order rental kipas angin melalui pesan Whatsapp dari seseorang yang mengaku dari MTC.
"Setelah melapor ke pengelola dan harga cocok, saya dan tiga teman mengantar kipas tersebut ke panggung acara MTC di halaman parkir Stadion Pertasi Kencana," kata Risky.
Kapolsek Pelaihari Ipda Benny Wishnu Wardhany mengatakan, petugas mengamankan 10 unit kipas angin yang akan dijual penyewa di banjarmasin. Kipas angin itu diantar oleh sopir anak buah pemilik rental pikap yang mendapat orderan juga melalui sambungan telepon. "Penyewa yang mengaku berasal Depok itu sampai saat ini tidak dapat dihubungi lagi," kata Kapolsek Pelahari.
Benny Wishnu Wardhany menyatakan, dengan adanya kasus ini, warga diimbau berhati-hati jika menerima pesanan melalui telepon. "Modus penipuan seperti ini sudah sering terjadi. Pemilik rental tidak menyadari kalau dirinya jadi korban penipuan pemesan gelap itu," ujar Ipda Benny Wishnu Wardhany.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penyidik Polsek Pelaihari pengurus MTC yang akan mengadakan acara mengaku tidak pernah memesan kipas angin tersebut. Kasus ini masih ditangani polsek pelaihari termasuk memeriksa pemilik rental kipas angin dan pemilik rental pikap.