Pelaku UMKM Se-Tanah Laut Kalsel dan Warga Sambut Pasar Rakyat Hari Jadi Tala
Menurut Kokom, banyak pelaku usaha kecil yang tenggelam saat pandemi Covid-19, karena mereka tidak memiliki tempat untuk memperkenalkan produknya sekaligus berjualan.
Sementara itu, Isti Wilujeng penjual cemilan mengatakan, membuka lapak di Pasar Rakyat, dari pada berdiam diri di rumah, dagangannya pun disiapkan dadakan. “Dari pada berdiam diri di rumah, ya lebih baik mencoba mencari rezeki di Pasar Rakyat ini,” kata Isri.
Warga Kelurahan Sarang Halang, Pelaihari itu menjual aneka bakar-bakaran, seperti leher ayam, sayap ayam, hati, sosis, tempe dan lain-lain.
Sementara itu, Tia warga Jalan Norsehat, Pelaihari mengatakan, keberadaan Pasar Rakyat ini membuat warga Pelaihari dan sekitarnya dapat mengenal beberapa produk rumahan asli tanah laut, sekaligus menikmati aneka kuliner.
“Bagus. Acara ini dapat menjadi tempat warga Pelaihari dan sekitarnya mengisi waktu luang sambil berbelanja kebutuhan atau memburu kuliner yang dijual pelaku usaha kecil,” kata Tia.
Mutia, warga Jalan Samudra Pelaihari juga mengakui senang dengan adanya Pasar Rakyat ini, karena ia dapat menghibur anak-anaknya, sambil berbelanja. “Senang dapat mengajak anak-anak jalan-jalan sambil mencari makanan ringan,” kata Mutia.
Pasar Rakyat yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan (Kopdag) Tala ini menyediakan 130 stand, ditambah 50 stand yang dikelola Paguyuban Uber Rejeki, untuk stand yang disiapkan Diskopdag gratis, sedangkan yang dikelola Uber rejeki ada biaya untuk kebersihan dan penerangan.
Editor: Agus Warsudi