Kisah Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani
Dilansir dari jatman dalam Buku Menyimak Biografi Pendiri Thoriqoh Al-Mu’tabaroh, diriwayatkan bahwa ada seorang perempuan datang menghadap Syekh Abdul Qadir al-Jilani dengan mengantarkan anaknya untuk berguru dan mempelajari ilmu suluk.
Kemudian Syekh Abdul Qodir memerintahkan agar si anak harus belajar dengan tekun mengikuti cara-cara orang salaf dan ditempatkan di ruang khalwat.
Beberapa hari kemudian si ibu selaku orang tua murid datang menengok anaknya dan dilihat tubuhnya si anak menjadi kurus, makannya hanya roti kering dan gandum.
Si ibu kemudian masuk ke ruang Syekh Abdul Qodir dan melihat di hadapannya tulang-tulang sisa makanan daging ayam yang sudah bersih.
Ibu tersebut berkata, “Menurut penglihatan saya, tuan Syekh makan dengan makanan yang serba enak, sedang anak saya badannya kurus karena makannya hanya bubur gandum dan roti kering. Untuk itu apa maknanya sehingga ada perbedaan? “