5 Fakta Kapal Tanker Pertamina Terbakar di Sungai Barito Banjarmasin
BANJARMASIN, iNews.id – Kapal tanker bermuatan 4.000 kilo liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terbakar di Dermaga Depo Pertamina Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (25/5/2018) dini hari. Akibat kebakaran itu, dua kapal tarik dan satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Terapung turut terbakar. Hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Api menyebar dengan cepat setelah tumpahan minyak terbawa aliran sungai. Sungai tiba-tiba penuh dengan api hingga radius ratusan meter dari dan langsung menyambar dua kapal dan sebuah SPBU terapung. Berikut lima fakta yang dirangkum iNews dalam peristiwa kebakaran Kapal Tanker MT Srikandi bernomor lambung 511 milik Pertamina tersebut.
1. Terjadi saat ABK Terjaga
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.30 wita, saat warga setempat dan anak buah kapal (ABK) sedang terjaga. Mendadak api muncul dari samping lambung kapal dan langsung membesar.
Saat insiden terjadi, kondisi air sungai kebetulan sedang surut. Api pun langsung memenuhi sungai serta menyambar beberapa kapal lain yang sebenarnya lokasinya cukup jauh dari kapal tanker tersebut.
2. Menyambar 3 Kapal Lain
Kobaran api merembet dan ikut menyambar dua kapal Tarik, yakni TB Mandiri Berau dan TB Rimau PDT 208, serta SPBU Terapung, yang lokasinya cukup berjauhan dengan Kapal Tanker KT Srikandi. Bahkan, api menyala di atas air Sungai BaritoMuara Kuin dengan radius mencapai ratusan meter.