Terekam CCTV, Oknum Kepala Rutan Pontianak Diduga Tempeleng Anak Buah 5 Kali
Dia menjelaskan, awalnya ada rekan yang dapat musibah sehingga dirawat di rumah sakit. Karutan kemudian ditugaskan menjaga ke sana sebagai bentuk rasa persaudaraan.
"Saat pulang dari sana (rumah sakit) karena dari pagi sampai malam, Karutan melakukan SOP pengawasan terkait petugas piket ternyata ada kesalahpahaman karena Karutan mungkin sudah capek," katanya.
Menurutnya saat Karutan datang mengecek dan mengawasi kondisi Rutan Pontianak pada dini hari, petugas jaga atau korban sedang sibuk hingga terjadi kesalahpahaman hingga berujung penganiayaan.
Sementara Karutan Pontianak memastikan dia dan korban RS sepakat berdamai. RS pun berencana mencabut laporan polisi di Polda Kalbar terkait peristiwa ini.
"Saya sebagai atasan tidak ada maksud apa pun, hanya dalam rangka tugas," ucapnya.