Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Warga Malaysia Ditangkap Polresta Sidoarjo, Narkotika Cair Senilai Rp45 Miliar Disita
Advertisement . Scroll to see content

Satgas Pamtas Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Senin, 28 September 2020 - 08:56:00 WIB
Satgas Pamtas Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Satgas Pamtas menggagalkan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang akan dikirim ke Malaysia. (Foto: Ist/Kodam XII Tanjungpura)
Advertisement . Scroll to see content

PONTIANAK, iNews.id - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 642/Kapuas menggagalkan upaya pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dua orang pelaku diamankan.

"Selain mengamankan dua pelaku, Satgas Pamtas juga menggagalkan pengiriman empat orag PMI secara ilegal oleh kedua pelaku tersebut," kata Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel Aulia Fahmi Dalimunthe dalam keterangan pers di Pontianak, Minggu (27/9/2020).

Dia menjelaskan, terungkapnya upaya pengiriman TKI ilegal itu bermula saat personel Pos Pamtas Balai Karangan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melewati pos. Pemeriksaan itu dilakukan sesuai protap pengamanan perbatasan. Namun petugas curiga dengan penumpang di dalam mobil tersebut.

"Satgas melakukan pemeriksaan terhadap satu unit kendaraan minibus Toyota Avanza KB 1477 WP warna hitam. Saat dilaksanakan pemeriksaan didapati sopir dan empat penumpang mencurigakan," ujarnya.

Selanjutnya sopir berikut kendaraan serta penumpang diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong untuk dilakukan pendalaman. Dari hasil pemeriksaan diketahui keempat penumpang berinisial LMA (25), AS (15), SH (20) dan MR (17), ternyata berasal dari Lombok. Mereka akan masuk ke wilayah Malaysia melalui jalur tidak resmi untuk bekerja di daerah Malaysia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut