Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Magnitudo 5,1 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Peringatan HMKG Ke-77, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Indonesia

Senin, 22 Juli 2024 - 07:13:00 WIB
Peringatan HMKG Ke-77, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Indonesia
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati beri keterangan saat peringatan HMKG Ke-77. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

Lebih lanjut, OMC yang dilakukan pada masa transisi musim hujan ke musim kemarau, terlihat dengan jelas perbandingan efektivitasnya. Hotspot yang dipadamkan dengan hujan hasil OMC lebih efektif jika dibandingkan dengan upaya water bombing dan terrestrial dalam mengatasi karhutla.

"Saat ini pemerintah memang memfokuskan OMC untuk menanggulangi karhutla di Sumatra dan Kalimantan," katanya.

Adapun waktu pada musim transisi hujan ke musim kemarau sengaja dipilih karena pada dasarnya OMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan. Jika OMC baru dilakukan pada musim kemarau atau pada saat karhutla sudah terjadi, akan sulit melakukan OMC karena biasanya keberadaan awan sulit ditemukan. 

Sebab itu air hujan yang berhasil diturunkan pada musim transisi diupayakan untuk disimpan ke dalam kubah gambut dengan mengisi embung-embung di daerah rawan karhutla. Nantinya, jika musim kemarau dan karhutla terjadi, cadangan air ini juga bisa digunakan tim Manggala yang bekerja secara terrestrial. 

Dwikorita menjelaskan, efektivitas pembasahan lahan gambut dalam memitigasi karhutla sudah terbukti. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, telah terjadi keterlambatan lonjakan hotspot (titik panas) di Sumatra dan Kalimantan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut