Larangan Adat dan Etika Suku Dayak Kalimantan, Pendatang Perlu Tahu!
Mandau merupakan senjata yang dianggap keramat bagi suku Dayak. Meskipun, bentuknya seperti parang pada umumnya, namun senjata ini tidak bisa dipakai semaunya serta harus terdapat alasan khusus.
Menurut kepercayaan orang Dayak, Mandau yang telah keluar dari sarungnya akan memakan korban. Oleh sebab itu, bagi para pendatang jangan coba-coba bermain-main dengan senjata yang satu ini.
Apabila kita diperhatikan, di Kalimantan banyak rumah adat yang di depannya terdapat patung yang terbuat dari kayu. Konon, ini bukanlah patung biasa melainkan simbol untuk leluhur suku Dayak yang telah meninggal.
Larangan yang ada tentang kayu ini jangan pernah sekalipun menghina bentuknya meski hanya dalam hati. Terdapat banyak kejadian orang-orang yang menghina patung ini lalu diganggu oleh makhluk halus. Gangguan ini akan terus ada sampai para penghina meminta maaf kepada pihak keluarga yang dihina.

Siapapun yang datang ke Kalimantan pasti akan terpesona dan terpikat dengan kecantikan para gadis suku Dayak. Namun, terdapat satu hal yang perlu diperhatikan bagi para laki-laki, terkait dengan gadis-gadis Dayak. Ini tentang larangan untuk tidak pernah mengganggu gadis-gadis Dayak atau mempermainkannya.
Menurut mitos yang banyak beredar, siapapun yang mengganggu mereka, lebih-lebih mempermainkannya, dipastikan akan hilang alat vitalnya. Memang terdengar sangat mustahil tetapi sudah banyak yang bercerita tentang hal ini.