Ketupat Lemak, Kuliner Turun-temurun saat Lebaran di Kubu Raya
Ketupat lemak juga dibungkus daun kelapa yang dianyam. Bedanya dengan ketupat umumnya yakni tidak hanya direbus namun juga digoreng.
"Cara masaknya direbus dengan santan hingga tenggelam ditambah bumbu-bumbu penyedap selama enam jam hingga kering, diangkat baru digoreng dengan sisa santan yang masih tersisa, baru siap di makan," tuturnya.
Dia menambahkan, ketupat lemak biasanya dimakan dengan sambal nanas yang dicampur dengan tetelan sapi. Anak muda juga biasanya memakannya dengan kental manis.
"Menu tersebut sering disajikan saat keluarga dan tetangga berkunjung. Pandemi saat ini pun kami masih menyiapkan menu tersebut sebagai ciri khas lebaran walaupun saat ini ada larangan berkerumun," ujarnya.
Menurut Utin, tradisi kunjung-mengunjungi saat ini masih tetap ada namun hanya untuk keluarga dekat dan tetangga saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Masih ada kunjung mengunjung, tapi hanya untuk keluarga dekat dan tetangga saja itu pun tidak sampai ada kerumunan," katanya.
Editor: Reza Yunanto