Kaya Wisata Alam, PLBN Badau di Kalbar Kini Jadi Jantung Wisata Borneo
"Banyak sekali potensi wisata yang bisa kita kembangkan di sini (sekitar lawasan PLBN Badau), mulai dari bangunan PLBN yang megah hingga wisata alam yang menunjangnya seperti Taman Nasional Danau Sentarum yang kaya akan keanekaragaman hayati,” ujar Joneka.
Bagi yang ingin ke PLBN Badau, ada dua alternatif rute yang bisa dipilih yakni lewat udara dan darat. Jika lewat udara, naik pesawat terbang dari Bandara Supadio Pontianak menuju Bandara Pang Suma Putussibau, Kapuas Hulu.
Dari Putussibau, dilanjutkan 3 jam perjalanan darat menuju Nanga Badau, tempat berdirinya kompleks PLBN Badau. Perjalanan darat dengan naik bus atau kendaraan pribadi juga bisa langsung dari Pontianak menuju PLBN Badau.

Sepanjang perjalanan bisa melihat langsung kehidupan asli masyarakat di pedalaman Kalimantan yang jauh dari kota, khususnya masyarakat suku Dayak yang hidup di rumah betang (rumah khas Kalimantan Barat). Mereka berperahu dan mencari ikan di sungai, melintasi jalanan aspal yang sepi, hingga menembus lebatnya hutan.
Kehidupan asli masyarakat pelosok dengan panorama alam sekitarnya, tak berlebihan jika semua 'surga kecil' tersembunyi itu menjadikan Kapuas Hulu dijuluki Heart of Borneo (Jantung Kalimantan). Inisatif pelestarian kawasan Jantung Kalimantan ini bahkan digagas tiga negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.