Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Sebar Hoaks Mengaku Dibegal, Remaja di Jember Diamankan Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Kabar Penutupan Jalan Sintang-Melawi Ternyata Hoaks

Rabu, 05 Mei 2021 - 10:27:00 WIB
Kabar Penutupan Jalan Sintang-Melawi Ternyata Hoaks
Ilustrasi: Jalur Sintang-Melawi ketika terjadi longsor (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MELAWI, iNews.id - Satgas Covid-19 Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat membantah telah menutup Jalan Sintang-Melawi dengan pagar seng terkait larangan mudik. Hingga kini belum ada petugas yang mengawasi wilayah itu.

"Itu jelas hoaks. Satgas Covid-19 di Melawi saja belum buka posko. Tanggal 6 Mei nanti baru buka posko, itu pun untuk pengawasan," kata Ketua Posko Covid-19 Melawi, Gusti Syaparuddin melalui keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Gusti menjelaskan, posko tersebut berada di Batu Nanta. Posko itu berfungsi untuk pengawasan keluar-masuknya orang ke Melawi karena merupakan pintu perbatasan dengan Kabupaten Sintang.

Karena itu, kabar penutupan akses jalan yang menghubungkan dua kabupaten itu tidak benar. Posko pengawasan yang ada di jalan itu berfungsi untuk memeriksa surat keterangan bebas Covid-19 bila ingin masuk ke Melawi. 

"Kami mengacu pada surat edaran pemerintah pusat yang melarang ASN mudik. Sementara kalau warga mau keluar-masuk, kan sudah jelas harus menunjukkan hasil negatif tes usap," tuturnya.

Kabar penutupan Jalan Sintang-Melawi pertama kali diunggah oleh akun Facebook Akbar Sintang. 

Akun tersebut membagikan foto yang menggambarkan sejumlah warga dan polisi sedang berjaga di tengah jalan yang dipagari seng.

Unggahan foto tersebut diberi narasi, "Yang mau ke Pinoh, jalan sdh ditutup ya di Batu Nanta."

Unggahan foto tersebut mengejutkan warga Melawi dan Sintang yang mengira jalan itu tak bisa dilalui karena ada penutupan.

Terkait foto itu, Presidium Hoax Crisis Center (HCC) Borneo Reinardo Sinaga menegaskan, foto pemblokiran jalan yang kembali beredar itu adalah "fabricated content" atau konten yang didesain untuk menipu atau hoaks.

Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan tools di google untuk menelusuri informasi, baik itu artikel, foto maupun video yang apakah benar atau tidak sesuai fakta. 

"Di google sudah ada tools untuk mendebunk atau mengecek sebuah informasi," ujarnya.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut