"Kalau kami hanya menyelesaikan Landak, kasihan kabupaten-kota yang lain. Untuk itu harus dibagi," ujarnya.
Harisson mengapresiasi Kabupaten Landak yang sangat tinggi melakukan tes dan tracing kontak. Dia berharap pemerintah kabupaten atau kota di Kalbar yang sangat serius mengirimkan sampel swab, bisa membeli alat pemeriksa sampel swab sendiri.
"Kalau memang serius ingin mengatasi pandemi di daerahnya, kabupaten-kota belilah alat PCR sendiri seperti Kabupaten Sintang. Sehingga sampel tes usap bisa langsung diperiksa pada hari itu juga," katanya.
Sebelumnya, Bupati Landak Karolin Margret Natasha mengeluhkan lamanya hasil pemeriksaan sampel swab di daerahnya. Karolin mengklaim telah mengirim 200 sampel swab tiap pekan, sehingga total sebanyak 800 sampel dalam sebulan.
"Kami mohon pemerintah provinsi tolong dipercepatlah. Karena kami ditanya masyarakat, kok hasilnya tidak keluar-keluar," keluh Karolin di Ngabang, Minggu (4/10/2020).
Editor: Reza Yunanto