Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terbongkar! Penyelundupan Solar Subsidi di Tanjung Perak Digagalkan, 930 Liter Disita
Advertisement . Scroll to see content

Geger Penghuni Kos Meninggal, Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

Jumat, 02 Juli 2021 - 14:05:00 WIB
Geger Penghuni Kos Meninggal, Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19
Penghuni indekos di Pangkalan Bun meninggal di dalam kamar. Hasil rapid antigen reaktif Covid-19. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)
Advertisement . Scroll to see content

PANGKALAN BUN, iNews.id - Warga Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah digegerkan dengan penghuni indekos yang ditemukan meninggal di dalam kamar. Hasil pemeriksaan rapid antigen korban ternyata reaktif Covid-19.

Korban yakni Arief Sarifudin (40), pendatang asal Jawa Barat yang bekerja serabutan di Pangkalan Bun. Dia baru datang 17 Juni 2021.

Menurut tetangga indekos, korban sempat mengeluhkan lambung perin dan kepala pusing. Teman korban juga curiga karena beberapa kali dihubungi melalui telepon, tidak dijawab.

Kamar korban diketuk, tapi tidak ada jawaban. Warga dan teman korban kemudian mencongkel jendela agar bisa masuk.

"Diketuk-ketuk nggak ada jawaban. Langsung dibuka jendelanya," ujar penghuni indekos, Muksin, Jumat (2/7/2021).

Ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telentang. 

Khawatir dengan penyebab kematian korban, warga melaporkan ke Puskesmas Madurejo. Petugas berpakaian APD lengkap melakukan pemeriksaan luar dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. 

Petugas melakukan rapid antigen terhadap jenazah korban, dan ternyata hasilnya reaktif Covid-19.

"Hasil pemeriksaan antigen benar positif," ujar Lurah Madurejo Deni Januar.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dan setelah itu dimakamkan di TPU Samari.

Sementara itu indekos yang ditempati korban langsung disemprot disinfektan untuk mencegah penularan Covid-19.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut