Dramatis! Jenazah Korban Helikopter Jatuh Dievakuasi dengan Heli Caracal TNI AU
Sebanyak dua personel Yon Parako 466 Pasgat dan satu personel Basarnas turut mendampingi proses pemindahan jenazah di dalam helikopter. Selain itu, tim SAR gabungan dari Brimob Polda Kalbar, Polres Sintang, TNI, dan Basarnas juga terlibat aktif dalam proses evakuasi di darat.
Letkol Pas Adim Dwi Prasanda memastikan pihaknya akan terus menyiagakan personel untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk menambah kekuatan jika diperlukan. Dia menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi.
“Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi cuaca yang kadang-kadang berubah dengan cepat, sehingga segala kegiatan yang dilaksanakan harus mengutamakan safety,” katanya.
Proses evakuasi memang tidak mudah. Medan hutan yang terjal serta cuaca ekstrem menjadi hambatan utama bagi tim SAR dalam mengevakuasi korban dan serpihan pesawat.
Diketahui, helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) pagi. Pesawat tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di hutan lebat Sekadau.
Sebanyak delapan orang di dalamnya, termasuk pilot Capt Marindra W dan Harun Arasyid selaku EOB, serta enam penumpang lainnya, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan secara bertahap, baik untuk jenazah korban maupun puing-puing helikopter.
Editor: Donald Karouw