Defisit 840 Ton, Harga Bawang Merah di Kalbar Melambung
PONTIANAK, iNews.id - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih mengalami defisitbawang merah sebanyak 840 ton. Hal ini menyebabkan harga bawang merah menjadi tinggi.
Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, kebutuhan bawang merah di Kalbar memang masih mengalami banyak kekurangan. Kebutuhan komoditas bawnag merah di Kalbar mencapai 900 ton.
“Sementara Kalbar hanya mampu produksi 60 ton, artinya kita harus impor dari luar sebanyak 840 ton," kata Munsif Senin (25/5/2020).
Selain daging ayam, kata Musnif, harga bawang merah juga mengalami kenaikan.
“Bahkan sampai sekarang harganya masih bertahan antara Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram,” katanya.
Akibat harga bawang merah yang terus bergejolak, pihaknya akan berusaha keras untuk mencari pasokan dari sentra produksi di luar Kalbar.