Cerita Ayah Kenang Putrinya yang Tewas Jatuh dari Tempat Gym di Pontianak sampai Menangis
Slamet langsung berpakaian dan bersiap pergi ke rumah sakit berjarak sekitar 30 menit dengan berkendara. Sepanjang perjalanan dia berdoa sambil memegang tasbih.
"Tasbih itu sampai putus, saya langsung punya firasat," ucapnya meneteskan air mata.
Sampai di sana dia diberitahu putrinya sudah meninggal dunia.
"Saya seperti orang gila, guling-gulingan di situ, menangis mendengarnya," ujar Slamet.
Korban Fathiya merupakan anak pertama dari Slamet Purnomo. Dia merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Mereka tinggal di Kompleks Bumi Batara Indah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.
Slamet begitu terpukul dengan kepergian putri sulung yang telah dia besarkan seorang diri sejak belasan tahun lalu. Namun dia tahu anaknya orang baik, sebab ratusan orang datang mendoakannya.