Gubernur Anies Baswedan Kunjungan Kerja ke Kota Madiun
“Rencana semula, kami silaturahmi di Tegalsari sampai maghrib lalu kembali ke Madiun, menginap di sebuah hotel di sana. Tapi dzuriyah, keluarga keturunan, meminta utk bermalam di Ndalem Ageng supaya bisa ngobrol lebih panjang,” katanya.
Jadi, kata Anies, dimulai dengan ziarah ke makam Kiai Ageng Besari, lalu silaturahmi mulai maghrib, dilanjutkan dengan salat tarawih di masjid yang didirikan sekitar 1725. Setelah itu, dilanjutkan dengan ngobrol santai hingga larut malam di pendopo Ndalem Ageng.
“Dalam silaturahmi itu kami jelaskan bhw joglo warisan itu terus dirawat dan digunakan kegiatan masyarakat juga,” ucapnya.
Keluarga juga mengundang Anies Baswedan untuk tidur di Ndalem Njero, di kamar yg dulu digunakan Kyai Ageng Besari.
Menurut Anies, sebuah kehormatan luar biasa, karena selama ini tidak pernah digunakan untuk tidur dan tidak ada yang diizinkan untuk tidur di kamar itu.
“Malam itu tidur sendirian di Ndalem Njero hingga saat sahur. Sebuah kamar besar, yg terasa teduh, tenang dan amat nyaman. Kayunya amat tua hingga ada lapisan yg membuatnya jadi terkesan keabu-abuan. Dipan asli sdh tdk digunakan, potensi rapuh akibat usia yang amat panjang,” katanya.
“Tuntas sudah niat silaturahmi dengan dzuriyah Kyai Ageng Besari. Sebuah kehangatan silaturahmi yang luar biasa. Dan, pengalaman bermalam di kamar itu adalah pengalaman yang menyenangkan, yang extra-ordinary,” ucapnya.
Editor: Kastolani Marzuki