Warga Eksodus karena Percaya Doktrin Kiamat, Ini Kata MUI Ponorogo
Sayuti juga menduga dimungknkan ada kesalahfahaman jamaah dalam memahami apa yang disampaikan oleh kiai, tokoh toriqoh Akmaliyah Assholihiyah. Akibatnya mereka bertindak tidak benar.
“Bisa juga ada pihak yang mengolah keterangan itu (kiamat sudah dekat) menjadi isu yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Kiai Sayuti juga mengimbau warga yang sudah berada di Malang untuk kembali ke Ponorogo agar kehidupan mereka lebih dalam. Atas kejadian ini pula, MUI Ponorogo juga tengah menggelar rapat internal membahas fenomena tersebut.
Sebelumnya Katimun, warga Watubonang mengajarkan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah dari Malang. Rumah Katimun bahkan dijadikan sebagai kantor cabang Ponorogo dan pusat kegiatan. Pengikutnya ratusan orang.
Belakangan, sepulang dari umrah, Katimun berubah dan menyampaikan ajaran kiamat sudah dekat. Tak berselang lama, Katimun dan 52 orang mengungsi ke Malang. Mereka menjual rumah dan seluruh harta bendanya untuk keperluan hijrah tersebut.
Editor: Maria Christina