Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Ma’ruf Amin Sebut Banyak Produk Berlabel Halal Cenderung Eksploitasi Umat Islam

Rabu, 27 November 2019 - 18:31:00 WIB
Wapres Ma’ruf Amin Sebut Banyak Produk Berlabel Halal Cenderung Eksploitasi Umat Islam
Wapres Ma'ruf Amin menabuh gong pada pembukaan saat membuka konferensi internasional halal dan thayyib 2019 di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (27/11/2019).. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)
Advertisement . Scroll to see content

Pengembangan produk halal, menurut dia, harus bersifat universal. Dia mengharapkan, produk halal bukan hanya untuk masyarakat muslim, tetapi jadi bagian itegral dari kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa melihat perbedaan.

Wapres menyebutkan, pasar halal dunia potensinya sangat besar. Pada tahun 2017, produk halal di pasar halal dunia mencapai USD2,1 triliun , dan diprediksi akan terus berkembang  hingga nilainya mencapai USD3 triliun pada tahun 2023.

"Kita harus dapat memanfaatkan potensi besar pasar halal dunia ini, dengan meningkatkan ekspor produk halal. Nilai ekspor produk halal kita sekarang baru mencapai 3,8% dari total pasar halal dunia," kata dia.

Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report 2019, Brazil merupakan eksportir produk halal nomor satu di dunia, nilainya USD5,5 miliar  dan Australia berada di peringkat dua dengan nilai USD2,4 miliar.

Sementara kondisi sebaliknya terjadi pada Indonesia, dimana disebut Wapres, pada tahun 2018 Indonesia membelanjakan USD214 miliar untuk produk halal. Nilai ini mencapai 10 persen pangsa pasar produk halal dunia.

"Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal dunia bila dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di dunia. Saya akan lebih gembira, jika Indonesia mampu memproduksi sendiri produk halal tersebut, dan bahkan bisa mengeskpornya ke berbagai negara di dunia," kata Ma'ruf Amin.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut