Wapres Ma’ruf Amin Sebut Banyak Produk Berlabel Halal Cenderung Eksploitasi Umat Islam
Pengembangan produk halal, menurut dia, harus bersifat universal. Dia mengharapkan, produk halal bukan hanya untuk masyarakat muslim, tetapi jadi bagian itegral dari kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa melihat perbedaan.
Wapres menyebutkan, pasar halal dunia potensinya sangat besar. Pada tahun 2017, produk halal di pasar halal dunia mencapai USD2,1 triliun , dan diprediksi akan terus berkembang hingga nilainya mencapai USD3 triliun pada tahun 2023.
"Kita harus dapat memanfaatkan potensi besar pasar halal dunia ini, dengan meningkatkan ekspor produk halal. Nilai ekspor produk halal kita sekarang baru mencapai 3,8% dari total pasar halal dunia," kata dia.
Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report 2019, Brazil merupakan eksportir produk halal nomor satu di dunia, nilainya USD5,5 miliar dan Australia berada di peringkat dua dengan nilai USD2,4 miliar.
Sementara kondisi sebaliknya terjadi pada Indonesia, dimana disebut Wapres, pada tahun 2018 Indonesia membelanjakan USD214 miliar untuk produk halal. Nilai ini mencapai 10 persen pangsa pasar produk halal dunia.
"Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal dunia bila dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim di dunia. Saya akan lebih gembira, jika Indonesia mampu memproduksi sendiri produk halal tersebut, dan bahkan bisa mengeskpornya ke berbagai negara di dunia," kata Ma'ruf Amin.
Editor: Kastolani Marzuki