Wapres Ma’ruf Amin: Radikalisme Itu Penyakit yang Mengancam Kehidupan Masyarakat
Pertama adalah, isi dari pesan yang disampaikan, dibungkus dengan sedemikian rupa sehingga bisa mudah diterima oleh target.
"Pesan-pesan yang menganjurkan kekerasan, saat ini mudah kita temui. Banyak tulisan, gambar, maupun video tersedia dengan mudah di media sosial yang isinya kekerasan," ujar Ma'ruf.
Kemudian, faktor kedua adalah pesan tersebut menjadi lebih mudah diterima apabila dikirim oleh orang yang dikenal, apalagi merupakan sosok yang meyakinkan.
Ketiga, atau faktor pendorong yang paling penting adalah, penerima pesan merupakan individu yang rentan dan tidak matang secara kejiwaan.
Kemudian, adanya sarana pengirim pesan yang efektif. Pesan-pesan yang mengandung unsur radikalisme antara lain berhubungan dengan pesan intoleransi, anti-Pancasila, anti-NKRI, serta sifat yang mudah mengkafirkan orang lain.
Kelima, lanjut Ma'ruf, terkait dengan konteks lingkungan sosial penerima pesan. Seseorang yang merasa termarjinalkan, diperlakukan tidak adil, mengalami kemiskinan, kurangnya pendidikan, lebih mudah menerima pesan yang berisi unsur-unsur radikalisme tersebut.
"Terkait dengan konteks ini, upaya-upaya pemberdayaan masyarakat termasuk pengembangan ekonomi umat harus menjadi ujung tombak dalam menangkal radikalisme," ujar Ma'ruf.
Editor: Kastolani Marzuki