Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penggeledahan Kantor Dinkes Ponorogo Berlangsung 8 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Pusat Studi Ekonomi Islam Unida Gontor di Ponorogo

Kamis, 03 Oktober 2019 - 11:30:00 WIB
Wapres Jusuf Kalla Resmikan Pusat Studi Ekonomi Islam Unida Gontor di Ponorogo
Wapres Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan pimpinan dan pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor setelah sebelumnya meresmikan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Unida Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jatim, Kamis (3/10/2019). (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JK dalam kunjungannya juga mengatakan, mendukung Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian syariah dengan mengajarkan ilmu kewirausahaan dan menerapkannya di lingkungan pesantren.

“Gontor yang menjadi pelopor perubahan-perubahan pesantren menjadi lebih modern, lebih menguasai zaman, harus melanjutkan pola pendidikan yang mengajarkan tentang bagaimana belajar berusaha, mandiri lebih baik, untuk mencapai masyarakat yang lebih baik,” kata Wapres JK.

Menurut JK, penguatan ekonomi dari sektor pertambangan saat ini tidak lagi relevan karena turunnya harga minyak dunia. Karena itu, penguasaan ekonomi dari sektor pertanian dan industri harus diajarkan sejak dini. Dengan menerapkan pendidikan kewirausahaan secara syariah di lingkungan pesantren, maka jumlah pengusaha Islam di Indonesia akan semakin banyak.

“Tentu yang harus diajarkan di sini adalah ekonomi masyarakat, umat. Kemampuan usaha Islam memang naik, tapi orang lain (non-Islam) jauh lebih tinggi naiknya. Jadi artinya adalah bagaimana menggerakkan ekonomi masyarakat dengan baik,” katanya.

Wapres menyarankan agar ustaz dan ustazah di sekolah pesantren untuk tidak mempersempit pengajaran ekonomi syariah untuk mendorong penguasaan ekonomi Islam.

“Ekonomi syariah itu hanya istilah. Selama dia tidak haram, ya dia syariah, dia ekonomi Islam. Karena kalau semua kita persulit ekonomi syariah itu, maka kita mempersulit kehidupan kita sendiri,” ujarnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut