Wali Kota Mojokerto Kecewa Gedung Mal Pelayanan Publik Banyak yang Rusak
"Jika sudah ada penyelesaian komprehensif maka kita juga bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi siapa pun yang datang ke gedung GMSC ini," katanya.
Menurut dia, penanganan insiden ambrolnya plafon di gedung GMSC ini masih dalam investigasi oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Hanya saja, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil investigasi tersebut.
Dia juga berharap dari hasil investigasi itu dapat diperoleh solusi yang terbaik sehingga pelayanan publik bisa benar-benar dioptimalkan dari lantai I hingga lantai IV. Terlebih, pembangunan gedung GMSC ini dilakukan sebelum dia menjabat sebagai wali Kota Mojokerto.
"Gedung (GMSC) yang dibangun selama empat tahun berturut-turut, Multi Years lah mulai dari tahun 2015, 2018 dan 2019 ini yang menyedot APBD cukup besar. Harusnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya," ucapnya.
Dia menyebut, ambrolnya plafon juga berdampak hingga penutupan seluruh area lantai II. Demi keamanan masyarakat lantai II gedung GMSC sampai sekarang ditutup tanpa batas waktu yang belum ditentukan.
Alhasil, seluruh pelayanan publik difokuskan di lantai III gedung GMSC. Pemerintah Daerah akan meminta pendampingan terkait kontruksi bangunan infrastruktur sembari menunggu hasil investasi dari APH sebagai landasan revitalisasi maupun perbaikan gedung GMSC secara keseluruhan.
Editor: Ihya Ulumuddin