Viral Video Ultah Gubernur Khofifah, Ini Instruksi PWNU Jatim untuk Nahdliyyin
"Buat kami yang penting di Jawa Timur aman, tentram, dan tidak terjadi kegaduhan-kegaduhan. Karena beban Jawa Timur sudah berat, dengan Covid, ini sudah berat. Dengan ekonomi yang kondisinya seperti ini sudah berat, pendidikannya tidak normal juga berat, masyarakat kecil yang terganggu ekonominya, pokoknya berat," ujarnya.
Diketahui, video pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, viral di media sosial. Kerumunan itu diduga melanggar protokol kesehatan, sehingga menuai banyak kritikan.
Plh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengaku sebagai inisiator acara ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke-56 di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu malam, 19 Mei 2021, yang videonya viral karena acara itu menimbulkan kerumunan banyak orang. Kata Heru, acara itu bersifat kejutan atau surprise, karenanya Khofifah tidak tahu-menahu soal rencana itu.
Heru menjelaskan, acara itu hanya dihadiri 30 orang, terdiri dari beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai. Ditambah petugas Gedung Negara Grahadi, total orang yang hadir di acara itu berjumlah 50 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit dari kapasitas normal Grahadi sebanyak 2.000 orang. Karena itu ia menegaskan tidak ada kerumunan dalam acara tersebut.
"Ibu Gubernur pun tidak tahu kalau kita membuat acaa. Ini surprise. Karena apa? Ibu Gubernur selalu memberikan perhatian kepada stafnya setiap ulang tahun. Saya ulang tahun diperhatikan," ujarnya.
Khofifah juga mengklarifikasi dan meminta maaf soal itu melalui jejaring grup WhatsApp dan akun Instagram Pemprov Jatim pada Sabtu, 22 Mei 2021. Dia mengali acara tersebut bukan inisiatif dirinya dan di lokasi sudah sesuai protokol kesehatan. Adapun video yang beredar menurutnya diambil saat acara akan bubar.
Polemik pesta ultah Khofifah itu juga bergulir di Kepolisian Daerah Jatim setelah sejumlah orang melaporkan Khofifah, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono ke polisi.
Editor: Ihya Ulumuddin