Usai Fortuner Maut Masuk Jurang, Dinding Penahan Jalur Wisata Gunung Bromo Akan Diperkuat
"Ke depan untuk jangka panjangnya, Jalur TNBTS ini akan dilebarkan. Namun pelebaran inikan memerlukan koordinasi dengan TNBTS dan Kementerian PUPR," ucapnya.
Dia mengingatkan agar pengendara yang melintasi jalur TNBTS untuk lebih berhati-hati saat melewati jalanan berliku yang cukup curam itu. Apalagi, lanjut dia ketika berkendara saat malam yang minim penerangan.
“Terutama para pengguna motor matic juga harus berhati-hati saat melewati jalan turunan, dikarenakan kampas res yang mudah panas dan mengakibatkan rem blong,” katanya.
Sebelumnya, kecelakaan menewaskan empat orang terjadi pada Senin (13/5/2024) pukul 18.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Fortuner dengan Nopol B 1863 TJG, berpenumpang sembilang orang terjun ke Jurang Lajing, di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kontur jalan yang menurun dan gelap gulita, ketika malam hari diduga menjadi salah faktornya. Selain itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Satlantas Polres Malang, ada kurangnya fokus pengemudi yang memacu kendaraan cukup kencang.
Mobil itu baru saja menghadiri undangan pernikahan di Kabupaten Lumajang dan memutuskan pulang melalui jalur wisata Gunung Bromo. Jalanan di kawasan Gunung Bromo antara Ranupani, Jemplang, Ngadas, hingga Gubugklakah, memang menjadi jalan alternatif, bagi masyarakat Lumajang dan Malang, untuk melintas.
Melalui jalur tersebut tak perlu melintasi jalur piket nol di wilayah selatan, yang masih dalam perbaikan usai diterjang longsor beberapa waktu lalu.
Editor: Kurnia Illahi